Kulihat Komedi
Malam yang membosankan, kembali terulang
Perasaan penat menekankan wajahnya
Pada sepiring makan malam yang kuhadapi
Dengan perut lapar yang tak berselera
Dadaku kembang kempis memompa
Nafas yang mengembun didepan muka
Kaki yang terasa pegal, bergerak tak tentu
Mencari ruang untuk mengalihkan
Nyayian yang dilantunkan, terasa lambat
Seakan tayangan ulang yang dikemas lagi
Bibir sang vokalis merah hati
Mengeja rangkaian kata menenunkan syair
Semenatara dibalik kaca, diluar sana
Panggung komedi mulai memainkan kisah satire andalannya
Tentang dua wajah dunia
Yang pedih namun menggugah tawa
Seorang nona menggandeng pak tua
Merajuk mesra, membisikkan rencana-rencana
Sementara tak jauh
Sepasang wanita berpagutan dengan panasnya
27 Juni 2009a, 00:05
Malam yang membosankan, kembali terulang
Perasaan penat menekankan wajahnya
Pada sepiring makan malam yang kuhadapi
Dengan perut lapar yang tak berselera
Dadaku kembang kempis memompa
Nafas yang mengembun didepan muka
Kaki yang terasa pegal, bergerak tak tentu
Mencari ruang untuk mengalihkan
Nyayian yang dilantunkan, terasa lambat
Seakan tayangan ulang yang dikemas lagi
Bibir sang vokalis merah hati
Mengeja rangkaian kata menenunkan syair
Semenatara dibalik kaca, diluar sana
Panggung komedi mulai memainkan kisah satire andalannya
Tentang dua wajah dunia
Yang pedih namun menggugah tawa
Seorang nona menggandeng pak tua
Merajuk mesra, membisikkan rencana-rencana
Sementara tak jauh
Sepasang wanita berpagutan dengan panasnya
27 Juni 2009a, 00:05
No comments:
Post a Comment