Tak Usai
Malamku datang sendiri
Sendu nampak jelas di wajahmu
Matamu layu seakan rindu
Mengenang langkah yang tertinggal olehmu
Dingin datang bergandengan
Mendekap erat lenganmu yang buram
Tersembunyi uraian rambutmu
Yang melata jalang
Kau memintaku menceritakan lagi
Tentang mereka yang pergi dan kembali
Sementara pagi mulai pulang menuju ufuk
Memangkas untaian waktumu untuk menyimakku
Kau ingin mendengar lagi cerita kemarin
Yang selalu tak usai kau cerna
Karena pagi selalu saja pulang kembali
Dan tak pernah lupa mengusirmu jauh pergi
Jadi untuk keseribu kali kuulang
Cerita untukmu yang tak lagi baru
Lalu kukecup keningmu
Dan kutuliskan puisi tentang langit yang membiru
23 Juni 2009, 00:09
Malamku datang sendiri
Sendu nampak jelas di wajahmu
Matamu layu seakan rindu
Mengenang langkah yang tertinggal olehmu
Dingin datang bergandengan
Mendekap erat lenganmu yang buram
Tersembunyi uraian rambutmu
Yang melata jalang
Kau memintaku menceritakan lagi
Tentang mereka yang pergi dan kembali
Sementara pagi mulai pulang menuju ufuk
Memangkas untaian waktumu untuk menyimakku
Kau ingin mendengar lagi cerita kemarin
Yang selalu tak usai kau cerna
Karena pagi selalu saja pulang kembali
Dan tak pernah lupa mengusirmu jauh pergi
Jadi untuk keseribu kali kuulang
Cerita untukmu yang tak lagi baru
Lalu kukecup keningmu
Dan kutuliskan puisi tentang langit yang membiru
23 Juni 2009, 00:09
No comments:
Post a Comment